RSS

Halaman

My Short Story

-->
CINTA PERTAMA

Namaku dyandra, aku adalah seorang gadis yang masih sekolah di bangku SMA. Semenjak adanya suatu aplikasi chatting yaitu M**T yang heboh di sekolahku, rutinitasku tiap malam menjadi berubah. Malam demi malam aku habiskan di depan layar handphoneku dan chatting dengan teman-teman sekelasku. Tak terkecuali Rendra, salah satu teman cowok sekelasku. Awalnya aku dan dia nggak begitu dekat, tetapi setelah adanya M**T kita menjadi dekat karena tiap malam selalu chatting. Entah apa yang di bahas pasti ada-ada saja, mulai dari pelajaran dan saling mengenal pribadi satu sama lain. Seiring berjalannya waktu, tiba-tiba aplikasi M**T di handphone Rendra nggak bisa digunakan. Mulai sejak itulah kita melanjutkannya lewat pesan singkat.
Berawal dari obrolan lewat chatting dan di lanjutkan dengan pesan singkat itulah, aku semakin dekat dengan dia. Meskipun kita dekat tetapi kalau di kelas kita biasa-biasa saja tak menampakkan kedekatan itu, kadang aku merasa benci atau gimana gitu saat dia tertawa terbahak-bahak. Bagiku kalau dia ketawa tu eksotis banget dan bikin emosi, soalnya dia kalau tertawa terbahak-bahak kadang sambil memukul-mukul meja gitu.

Aku hanya menganggap dia sebagai teman biasa, sama seperti teman-teman yang lain. Tapi kalau dia, aku nggak tau gimana. Yang aku tau, sejak kedekatan itu setiap hari dia duduk di belakang aku dengan Dana, teman kita dan dia juga teman waktu SMP Rendra. Dan berjalannya waktu hatiku pun akhirnya luluh juga. Aku nggak bisa membohongi perasaanku sendiri yang semakin nggak tentu arah ini. Bahkan ada seorang temanku yang curiga, namanya Rita.
“dy, apa kamu lagi dekat dengan Dana atau Rendra???”  tanya Rita kepadaku.
“Dana??? Ya enggak lah Rit, dia kan dah punya cewek”. Jawabku
Dalam hatiku, aku menjawab iya kalau dengan Rendra. Tetapi aku nggak berani mengatakannya, biarkan aku sendiri yang tau tentang perasaanku ini. Di tengah-tengah perasaanku ke Rendra, aku pun mendengar suatu cerita dari teman-teman saat bercanda-candaan di kelas. Berita itu mengejutkan sekali bagiku, saat mendengar bahwa Rendra dan Liana dijodohkan kedua orang tuanya. Liana adalah teman sekelas kita, dia juga teman SMP Rendra bahkan mereka bertetangga.
Lama-lama aku dan Liana pun saling mengetahui bahwa kita sama-sama menaruh hati pada seorang cowok yang sama yaitu Rendra. Aku pun berusaha untuk mengikhlaskannya dan mundur dari cinta segitiga ini. Kerena saat aku dan Rendra chatting atau ngobrol lewat pesan singkat, dia pernah mengatakan bahwa dia belum ingin menjalin hubungan dengan cewek yang lebih dari sekedar teman biasa atau bisa di bilang dia belum mau pacaran. Hal sama juga dilakukan oleh Liana. Pada suatu ketika Liana berbicara denganku bahwa dia mengikhlaskan Rendra untukku saat di kelas.
“udah dy, aku mengikhlaskan Rendra untukmu.” Kata Liana
“enggaklah Li, aku aja yang mundur.” Jawabku ke Liana
Sepertinya Rendra pun mengetahui kalau aku dan Liana sama-sama menaruh hati padanya. Tetapi sepertinya dia lebih merespon aku daripada Liana. Dan perasaanku pun berbunga-bunga. Tapi dalam hati aku juga bingung. Ini hanya perasaanku saja yang berlebihan atau emang benar-benar terjadi sih...
Kurang lebih satu bulan kemudian,
Hari itu adalah hari jum’at. Seperti biasanya setiap hari jum’at di sekolah ada kegiatan ekstrakulikuler yang diwajibkan bagi siswa-siswi kelas X, yaitu pramuka. Belum usai kegiatan pramuka, tiba-tiba hujan deras pun turun dan hingga waktunya habis hujan pun belum juga reda. Aku dan teman-teman cewek pun menunggu di kelas sampai hujan reda, tapi hujan tak kunjung reda. Dan akhirnya aku pun harus memberanikan diri untuk pulang karena sudah sore sekali. Aku pun berjalan ke tempat parkir sepeda motor untuk mengambil motor dan bergegas pulang. Ternyata di tempat parkiran aku bertemu dengan Rendra dan Adi. Adi adalah teman sekelas kami dan sekaligus sahabat dia dari SMP. Tak lupa aku menyapa mereka berdua.
“Ayo Rend,Di!!! Masak cowok pada takut sama hujan sih.. Aku aja yang cewek nggak takut sama hujan. Hhehehe...” sapaku kepada Rendra dan Adi.
”iya sebentar dy. Ini juga mau pulang, ini Adi juga mau ambil motornya.” Jawab Rendra
Adi pun senyum sambil mengatakan “cie.cie.. ehm..”
Jawabku, “cie.cie apaan sih di??? (sambil tersenyum malu).
“nggak apa-apa dyandra.” Jawab Adi
“duluan ya Rend,Di.” Pamitku ke mereka.
Malam harinya handphone aku berbunyi, seperti biasa pasti pesan dari Rendra. Dan ternyata dugaanku benar, setelah aku buka ada satu pesan dari Rendra. Dan seperti biasa dia mengajak untuk ngobrol dan cerita-cerita lewat pesan singkat. Sebelum mengakhiri obrolan itu Rendra tiba-tiba mengirim pesan yang janggal dan aneh.
Dy, aku ingin mengatakan sesuatu ke kamu. Tapi kamu harus janji nggak mengatakannya ke siapa-siapa. Yang tau hanya kita berdua saja.
Pesan dari Rendra kepadaku.
Iya.. apa’an sih?? Bilang aja!!! Mau curhat ya??? Hhehhe.
Balasku ke Rendra.
Aku pikir dia mau curhat tentang masalah atau apa gitu, tapi ternyata nggak disangka-sangka dia ternyata mengungkapkan perasaannya ke aku alias dia nembak aku.
I LOVE YOU. WILL YOU BECOME MY GIRL FRIEND??
Pesan dari Rendra lagi ke aku.
Aku pun sangat terkejut membaca pesan dari dia. “OMG, mimpi apa aku semalam. Cowok yang aku inginkan menyatakan cinta ke aku??” tanyaku dalam hati. Tanpa pikir panjang aku pun membalas pesan dari Rendra.
I LOVE YOU TOO. YES, I WANNA BE YOUR GIRL FRIEND. Tapi apa kamu bisa menerima aku apa adanya,Ndra?
jawab dan tanyaku ke Rendra.
aku bisa menerima kamu apa adanya sayang. Apa kamu bisa menerima aku apa adanya juga?
tanya balik Rendra kepadaku.
aku bisa menerima kamu apa adanya juga sayang. Di dunia ini nggak ada yang sempurna kan??
jawabku ke Rendra.
iya sayang. Ya udah, udah malam nie bobok yuk.!! Besok kan harus sekolah. I LOVE YOU n HAVE a NICE DREAM sayang..
pesan singkat malam ini dari Rendra.
iya sayang. I LOVE YOU n HAVE a NICE DREAM TOO sayang. Sampai ketemu besok di sekolah ya.
Balasanku buat Rendra.
Hatiku rasanya sangat berbunga-bunga dan bahagia, hingga aku pun nggak bisa tidur dengan nyenyak. Karena ingin segera menyambut indahnya pagi hari esok.
Pagi pun akhirnya hadir. Aku nggak sabar ingin segera berangkat sekolah dan bertemu dengan dia. Aku pun berangkat sekolah dan sesampainya di sekolah Rendra belum berangkat. Tapi tak lama kemudian Rendra pun datang juga. Bukan wajah bahagia yang aku lihat tapi wajah yang agak suram yang dia perlihatkan. Hatiku bertanya-tanya dalam hati, sebenarnya ada apa. Akhirnya aku menghampiri dia yang sedang duduk di kursi. Belum sempat aku bertanya dia sudah bercerita sendiri kalau dia habis mendapat musibah, handphone dia hilang di bus sewaktu perjalanan ke  sekolah.
“Handphoneku hilang dy”,cerita Rendra kepadaku.
“Gimana ceritanya Rend sampai bisa hilang tu?”, tanyaku ke Rendra dengan perasaan yang agak terkejut.
“aku juga nggak tau dy. Tiba-tiba waktu aku turun dari bus, aku cari-cari handphoneku nggak ada.” Jawab Rendra
“ya udah ikhlaskan aja Rend! Insyaallah nanti dapat gantinya yang lebih baik.” Jawabku yang ingin menenangkan dia.
Dalam hatiku, aku merasa sangat sedih atas musibah yang dialami Rendra. Padahal baru aja tadi malam aku merasa bahagia, seharusnya hari ini adalah hari bahagiaku dengan Rendra setelah tadi malam saling mengungkapkan perasaan. Padahal aku berharap hari ini dia mempertegas kata-katanya tadi malam kepadaku, tapi malahan ada musibah seperti ini.
Malam harinya tepatnya malam minggu, Rendra menghubungiku dengan handphone ayahnya. Dia meminta nomor handphoneku ke Liana.
Malam sayang.
Pesan pertama dari Rendra.
Malam juga sayang. Kamu pakai handphone siapa say? Emang kamu juga hafal nomorku???
Balasku ke Rendra.
Aku pakai handphone ayahku sayang. Tadi aku minta nomor kamu ke Liana, karena hanya ada nomor Liana. Kan kamu tau sendiri aku tetanggaan ama dia.
 Jawab Rendra.
Hanya beberapa kali saja kita mengirim pesan dengan alasan dia memakai handphone ayahnya. Masalah dia meminta nomorku ke Liana. Aku pikir tak ada yang perlu dicurigai antara Rendra dan Liana. Aku berusaha untuk saling percaya satu sama lain. Walaupun aku agak jealous karena aku orangnya possesive. Tapi aku pikir Rendra nggak mungkin membuatku kecewa ataupun membuat aku sakit hati secara kita baru kemarin malam jadian.
Beberapa hari kemudian, waktu istirahat aku meminjam handphone Liana niatnya sih mau minta lagu. Tapi entah kenapa aku ingin membuka kotak masuk di handphonenya. Tanpa sepengetahuan Liana aku membuka kotak masuk, karena aku penasaran ingin melihat sms-sms Rendra ke dia. Dan ternyata sms-sms dari Rendra masih ada di handphonenya dan sms yang dikirim  Liana ke Rendra pun juga masih ada. Aku sangat terkejut dan hatiku terasa hancur ketika membaca salah satu pesan yang di kirim Liana ke Rendra dan sebaliknya Rendra ke Liana.
Good Night and Have a Nice Dream,Rend. I LUPH YOU. Hhahhah..
Pesan yang dikirim Liana ke Rendra yang terakhir.
Rendra pun meresponnya
Good Night and Have a Nice Dream too. I LUPH YOU TOO. Hahhaha...
Kemudian handphonenya aku kembalikan ke Liana. Air mataku serasa hampir menetes tapi aku menahannya jangan sampai aku menangis di kelas. Aku pun bersikap dingin ke Rendra setelah membaca pesan itu. Akhirnya Rendra mengetahui kalau aku bersikap dingin ke dia tapi dia tidak tau alasan aku bersikap dingin dengannya. Dia merasa bingung, harus bangaimana menghubungiku di saat seperti ini karena dia tidak punya handphone. Tanpa pikir panjang dia beli handphone dengan uang seadanya yang penting bisa menghubungiku. Dia ingin tau apa yang membuatku marah kepadanya. Dia mengirim pesan kepadaku bertanya kenapa aku bersikap dingin kepadanya. Aku pun menjelaskan kenapa aku marah ke dia.
Keesokan harinya nggak seperti biasanya, Rendra yang biasanya berangkat ke sekolah agak siang kali ini dia berangkat pagi-pagi. Saat itu yang berangkat baru ada empat orang tapi dua teman kami di depan kelas, jadi hanya aku dan Rendra yang di dalam kelas. Aku duduk di bangku guru, kemudian Rendra menghampiriku meminta maaf.
Tadi malam pasti kamu nangis ya dy?? Mata kamu besar-besar gitu. Kenapa harus nangis sih dy??? Aku minta maaf. Please,,jangan marah terus dong. Aku sama Liana cuman bercanda aja nggak bermaksud apa-apa.” Penjelasan Rendra.
Kamu nggak tau gimana rasanya Rend, sakit banget. Aku nggak pernah berpikir kalian akan menyakitiku seperti ini.” Jawabku ke Rendra dengan sedikit meneteskan air mata.
Tanpa kata-kata dia keluar dan bergabung dengan dua orang teman kami, karena banyak teman-teman yang berangkat  dan masuk ke dalam kelas.  Kami juga nggak mau banyak orang yang tau tentang masalah ini. Bel masuk pun berbunyi. Kami mengikuti pelajaran seperti biasa hingga pelajaran usai. Bel pulang pun terdengar. Tteett...teett..teett..
Aku bergegas pulang, begitu juga Rendra. Rendra pulang membonceng Adi. Mereka berdua melihatku keluar dari gerbang sekolah dan berusaha untuk mengejarku. Aku pun mengendarai sepeda motorku dengan kecang, tapi namanya juga cowok mereka berhasil mengejarku. Mereka berdua mengendarai sepeda motor disampingku. Rendra tersenyum kepadaku dan meminta maaf lagi. Aku tak menjawabnya dan nggak membalas senyumnya.
Rendra nggak ada capeknya dan nggak ada berhentinya untuk mendapatkan kata maaf dariku. Malam harinya handphoneku berbunyi, ternyata pesan dari Rendra.
From: -my lovely-
Seorang psikiater pernah memberi pesan kepada seorang pasiennya. Jika ada seseorang yang melakukan kesalahan, hal yang harus dilakukan adalah menegurnya, memberi tau kesalahannya, membuat jera atas apa yang telah dilakukannya. Dan jangan sekali-kali kamu mencoba menjauhinya atau membencinya kerena dapat menyebabkan orang tersebut akan merasa bersalah sepanjang hidupnya.
Pesan dari Rendra membuatku menangis lagi dan juga merasa bersalah. Dia udah meminta maaf dengan tulus tapi aku nggak memaafkannya. Dalam hati aku berkata “ Ya Allah.. Aku sayang dia. Semakin hari aku semakin cinta, dan aku sadar kalau aku sungguh-sunguh menyayangi dan mencintainya dengan tulus. Dari awal aku ingin menjalani hubungan ini dengan serius walaupun aku masih SMA. Tapi kenapa baru di awal kami menjalin hubungan harus ada masalah seperti ini???”
Karena aku nggak tega dan sanggup terus-terusan bersikap dingin ke Rendra. Akhirnya aku pun memaafkan dia. Tapi nggak dengan Liana.
Oke aku maafin kamu Rend. Jujur aku sangat kecewa sama kamu. Tapi rasa sayangku ke kamu lebih besar dari rasa kecewaku. Aku ingin kamu janji nggak bakal mengulanginya lagi. Kamu tau kan kalau kamu tu pacar kedua aku dan aku ingin kamu menjadi yang terakhir. Oh iya, aku bisa memaafkan kamu karena aku sayang dan cinta sama kamu. Tapi aku nggak bisa maafin Liana.
Balasanku ke Rendra
Makasih ya sayang dah maafin aku, tapi kenapa kamu nggak bisa maafin Liana?
Tanya Rendra
Aku tadi udah bilang kan sayang. Aku maafin kamu karena aku sayang sama kamu. Kalau aku nggak sayang belum tentu aku bisa maafin kamu. Karena aku nggak suka dibohongi. Seharusnya kamu mengerti perasaanku. Kalau Liana bilang gitu harusnya kamu nggak usah respon. Kamu kan udah punya aku.
Jelasku ke Rendra.
Iya sayang. Tapi kan aku sama Liana hanya bercanda aja gak ada maksud buat apa-apa.
Jawabnya dengan sabar.
Berjalannya waktu hubunganku sama Rendra akhirnya diketahui oleh teman-teman di sebuah organisasi sekolah. Itu gara-gara handphone dia di pinjam teman dan waktu itu aku mengirim pesan ke Rendra lalu di buka. Selanjutnya teman-teman sekelas kami juga mulai mengetahui tentang hubunganku dengan Rendra. Setiap hari aku dan Rendra selalu digodain mereka semua.
Hari demi hari ku lalui dengannya hingga hubungan kami genap satu bulan. Satu bulan pertama terasa cepat. Masuk minggu pertama setelah bulan pertama hubungan kami merenggang. Entah apa penyebabnya aku tidak mengetahuinya secara pasti. Karena pada dasarnya Rendra adalah orang yang agak tertutup dan pintar menyimpan rahasia. Keadaan ini membuat batinku sangat tersiksa dan pikiranku melayang jauh. Beberapa hari dia tidak mengirim pesan ke aku, tidak biasanya  dia seperti ini.
“sebenarnya apa yang terjadi dengan Rendra?? Mungkinkah aku berbuat kesalahan yang membuat dia kecewa, tapi apa??? Selama ini aku udah berusaha buat tidak membuat dia sakit hati.” Tanyaku dalam hati.
Hingga aku putuskan untuk memberanikan diri bertanya ke Rendra apa yang sebenarnya terjadi padanya, kenapa sikap dia akhir-akhir ini dingin. Dan mau dibawa kemana hubungan kita ini. Apa yang dia inginkan. Dalam hati, apa dia menginginkan hubungan ini berakhir sampai disini. Jika memang iya, aku tak sanggup harus berpisah dengan dia. Rasaku sudah terlanjur mendalam kepadanya. Tapi keputusan ada ditangannya. Sebagai seorang wanita aku hanya bisa menerima keputusan karena dia yang pertama mengawali dan dia juga yang mengakhirinya.
Ternyata jawaban Rendra seperti yang aku duga. Dia memilih untuk memutuskan hubungan ini dan berteman biasa seperti dulu sebelum ada hubungan ini. Aku tak rela dan meminta Rendra untuk memikirkan keputusannya lagi. Karena aku benar-benar nggak sanggup jika harus berpisah dengan dia.
“Rend, pikirin lagi keputusanmu ini!! Jujur aku nggak sanggup bila harus berpisah darimu. Aku beri kamu waktu 3 hari untuk memikirkannya lagi.” Perintahku ke Rendra
“oke. Aku akan pikirin lagi.” Jawab Rendra
Tiga hari telah berlalu. Malam ini adalah keputusan final-nya, apapun keputusannya mau nggak mau aku harus menerimanya dengan ikhlas. Aku pun menunggu pesan dari Rendra yang tak kunjung masuk ke kotak masuk di handphoneku. Sewaktu aku mau mengirim pesan ke dia untuk menanyakan keputusannya, tiba-tiba masuklah pesan dari dia.
Malam dy. Ehm.. Sebelumnya aku minta maaf tapi keputusanku tetap seperti kemarin. Aku ingin kita berteman aja. Sekali lagi aku minta maaf, aku nggak bermaksud menyakitimu. Tapi ini keputusan yang terbaik bagi kita.
Pesan dari Rendra.
Hatiku tersentak dan air mataku dengan begitu saja langsung menetes. Ingin rasanya aku berteriak karena aku sungguh tak rela dia meninggalkanku. Tiba-tiba pikiranku tertuju pada Liana. Mana ku tau apa yang terjadi padaku ini berhubungan dengan Liana. Tapi entahlah aku tak mau berburuk sangka. Satu hal yang nyata bahwa hubunganku dan Liana memburuk sedariku tau dia menaruh hati pada Rendra dan dia membuatku dengan Rendra bermasalah diawal kami menjalin hubungan lebih dari teman itu. Seringkali aku berpikir apa penyebab berakhirnya hubungan kami. Karena dia tak pernah memberi alasan yang jelas. Tapi segera mungkin aku tepiskan pikiran itu, nggak ada gunanya aku memikirkan masalah itu.
Hari telah berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan, bahkan tahun pun telah berganti. Tapi satu hal yang nggak mungkin berganti yaitu hatiku. Hatiku yang selalu mencintai dan menyayanginya dengan tulus. Dan mungkin susah untuk tergantikan orang lain walaupun Rendra telah menyakiti hatiku dan meninggalkanku tanpa alasan yang jelas.
*************************************************************

1 komentar:

"Nasrudin R" mengatakan...

wa,,wa,,,wa,,,
kren bnget."
jgn lp kunjungi my blog
bnyk terdapat cerita kesedian yg dapat mgguga hati'
http://gudangilmu18.blogspot.com/

Posting Komentar