Dia hanyalah wanita biasa, dia
bukan seorang wanita yang mempunyai kesabaran yang begitu banyak. Dia mempunyai
batas kesabaran, hingga pada akhirnya puncak dari kesabarannya itu berada pada
titik tertinggi dan dia tak mampu menahannya lagi. Karena selama ini ia banyak
memendam semua masalah dan semua cerita dari ibunya.
Kemarahannya kali ini adalah efek
dari selama ini ia diam, selalu mengalah dan ia berusaha untuk sabar menghadapi
semua ini. Hingga ia tak kuasa lagi jika harus bersikap seperti itu. Awalnya wanita itu berpikiran pada suatu saat
nanti keadaan yang buruk itu akan berubah menjadi baik dan indah, tapi dia
bepikir lagi bahwa hal itu mungkin susah untuk terwujud. Apakah mungkin “WATAK”
manusia akan bisa berubah dengan cepat dan begitu saja? Jikalau berubah pun
hanyalah sesat dan pasti ada maksud tertentu.
Dia hanya seorang anak yang ingin
membela kedua orang tuanya dan dirinya sendiri. Apakah pantas jika seorang anak
kecil membentak-bentak kepada orang yang lebih tua? Pernah dia tanya kepada
anak kecil itu seperti ini “kenapa kamu sering membentak-bentak orang yang
lebih tua? Kamu itu gak boleh membentak-bentak orang yang lebih tua dari kamu.”
Jawab anak kecil itu pun “kenapa
aku gak boleh, tapi bapak juga sering membentak-bentak eyang?”
( Seorang anak itu akan menyontoh
bagaimana tingkah laku, sikap, perkataan, atau apapun yang dilakukan kedua
orang tuanya. Jika seorang anak mempunyai perilaku yang buruk yang pertama
dilihat adalah bagaimana perilaku kedua orang tuanya. Jika kedua orang tuanya
sudah baik tetapi anak berperilaku buruk maka yang dilihat kedua adalah
lingkungan sekitar dan bagaimana perilaku teman-temannya, bisa jadi dia salah
pergaulan. )
Balik lagi ke wanita tadi...
Wanita tadi juga tak luput dari
kesalahan kepada orang tuanya. Tapi dia mengakui dan berubah sedikit demi
sedikit. Dia ingin melihat kedua orang tuanya bangga terhadapnya dan ingin
kedua orang tuanya selalu bahagia. Ia juga ingin tidak selalu bergantung pada
orang tuanya. Wanita itu ingin uang hasil kerja orang tuanya yang menikmatinya
orang tuanya sendiri. Karena selama ini orang tuanya telah banyak mengeluarkan
uang untuknya dan kakaknya.
Bagaimana ibunya mengatur
keuangan dan kemana saja uang itu keluar, hanya ia yang
tahu dan merasakan bagaimana perasaan ibunya. Sebab itu, ia meminta kepada
ibunya untuk stop mengurusi kakaknya dan harus memikirkan dirinya sendiri untuk
mewujudkan keinginan terbesar bagi setiap orang ISLAM yaitu menunaikan rukun ISLAM
yang kelima. Karena pada saat waktu itu tiba, banyak uang yang harus
dikeluarkan.
Dalam hati wanita itu berjanji,
INSYAALLAH jika kelak dia sudah kerja dan sukses dia akan membantu untuk
mewujudkan keinginan kedua orang tuanya itu. Baginya kebahagian orang tuanya
kebahagiaannya juga. Dan sebaliknya juga, kebahagiannya juga kebahagian kedua
orang tuanya.






0 komentar:
Posting Komentar