RSS

Halaman

Kasih Sayang Seorang Wanita ke Orang tuanya

Dia hanyalah wanita biasa, dia bukan seorang wanita yang mempunyai kesabaran yang begitu banyak. Dia mempunyai batas kesabaran, hingga pada akhirnya puncak dari kesabarannya itu berada pada titik tertinggi dan dia tak mampu menahannya lagi. Karena selama ini ia banyak memendam semua masalah dan semua cerita dari ibunya.

Kemarahannya kali ini adalah efek dari selama ini ia diam, selalu mengalah dan ia berusaha untuk sabar menghadapi semua ini. Hingga ia tak kuasa lagi jika harus bersikap seperti itu.  Awalnya wanita itu berpikiran pada suatu saat nanti keadaan yang buruk itu akan berubah menjadi baik dan indah, tapi dia bepikir lagi bahwa hal itu mungkin susah untuk terwujud. Apakah mungkin “WATAK” manusia akan bisa berubah dengan cepat dan begitu saja? Jikalau berubah pun hanyalah sesat dan pasti ada maksud tertentu.
Dia hanya seorang anak yang ingin membela kedua orang tuanya dan dirinya sendiri. Apakah pantas jika seorang anak kecil membentak-bentak kepada orang yang lebih tua? Pernah dia tanya kepada anak kecil itu seperti ini “kenapa kamu sering membentak-bentak orang yang lebih tua? Kamu itu gak boleh membentak-bentak orang yang lebih tua dari kamu.”
Jawab anak kecil itu pun “kenapa aku gak boleh, tapi bapak juga sering membentak-bentak eyang?”
( Seorang anak itu akan menyontoh bagaimana tingkah laku, sikap, perkataan, atau apapun yang dilakukan kedua orang tuanya. Jika seorang anak mempunyai perilaku yang buruk yang pertama dilihat adalah bagaimana perilaku kedua orang tuanya. Jika kedua orang tuanya sudah baik tetapi anak berperilaku buruk maka yang dilihat kedua adalah lingkungan sekitar dan bagaimana perilaku teman-temannya, bisa jadi dia salah pergaulan. )
Balik lagi ke wanita tadi...
Wanita tadi juga tak luput dari kesalahan kepada orang tuanya. Tapi dia mengakui dan berubah sedikit demi sedikit. Dia ingin melihat kedua orang tuanya bangga terhadapnya dan ingin kedua orang tuanya selalu bahagia. Ia juga ingin tidak selalu bergantung pada orang tuanya. Wanita itu ingin uang hasil kerja orang tuanya yang menikmatinya orang tuanya sendiri. Karena selama ini orang tuanya telah banyak mengeluarkan uang untuknya dan kakaknya.
Bagaimana ibunya mengatur keuangan dan kemana saja uang itu keluar, hanya ia yang tahu dan merasakan bagaimana perasaan ibunya. Sebab itu, ia meminta kepada ibunya untuk stop mengurusi kakaknya dan harus memikirkan dirinya sendiri untuk mewujudkan keinginan terbesar bagi setiap orang ISLAM yaitu menunaikan rukun ISLAM yang kelima. Karena pada saat waktu itu tiba, banyak uang yang harus dikeluarkan.
Dalam hati wanita itu berjanji, INSYAALLAH jika kelak dia sudah kerja dan sukses dia akan membantu untuk mewujudkan keinginan kedua orang tuanya itu. Baginya kebahagian orang tuanya kebahagiaannya juga. Dan sebaliknya juga, kebahagiannya juga kebahagian kedua orang tuanya.






0 komentar:

Posting Komentar