RSS

Halaman

My 21st Birthday

3 Februari 2015
Hari ini tepat 21 tahun usiaku. Ya, seperti ulang tahunku yang sudah-sudah terjadi tahun ke tahun kemarin. Aku melewati hari kelahiranku dengan biasa-biasa saja tak ada hal yang indah dan mengejutkan dari seseorang yang spesial. Yaps, karena setiap ulang tahun yang aku lewati aku berstatus single alias JOMBLO.

Seminar PKL :)

Terima kasih teman buat kehadiran, bantuan, dan dukungan kalian buat hariku ini. LOVE YOU ALL, :*


Hari terindah di bulan Juni 2014, Seminar laporan PKL!

Jum’at, 20 Juni 2014. Hari yang semester 6 ini selalu aku tunggu-tunggu. Hari dimana aku harus mempresentasikan hasil laporan Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang aku jalani bulan Januari sampai Februari kemarin. Meskipun persiapan kurang matang dan ada sebuah trouble yang nggak aku pikirkan sama sekali.
Pagi-pagi sekitar jam 7.45 aku keluar kost ditemani salah satu sahabatku namanya Enlia. Ya, dia adalah temenku sewaktu SMA, meskipun kita dulu sekelas cuman waktu kelas X aja tapi kita sangat dekat. Dia, adalah teman yang selalu aku mintai bantuan selama kuliah di Semarang. Meskipun kita beda fakultas tapi hampir seminggu sekali kita pasti ketemu. Karena aku yang minta sih J
Oh ya, lanjut cerita yang tadi aja. Pertama kita pergi ke kost temenku dulu, aku mau pinjam buku referensi yang aku gunakan karena akau males pinjam di perpustakaan lebih tepatnya males mencari di bagian mana sih. Habis pinjam buku, kita pergi ambil sncak buat peserta seminar. Niatnya sebelum pinjam buku dan ambil snack itu fotokopi handout ppt buat pegangan pesertanya sih tapi malah lupa, ingatnya udah mau sampai di tempat aku pesan snack itupun yang mengingatkan Enlia kalau enggak mungkin aku lupa.
Dan Enlia pun bilang “ya udah, ntar sekalian berangkat ke kampus aja. Ntar berangkat agak awal fotokopi dulu” .

Hidup

Ya inilah hidup, tidak semua yang kita inginkan akan terwujud. Pada kenyataannya apa yang tidak kita inginkan itu akan menjadi apa yang harus kita jalani dan itu sudah menjadi takdir kita yang tidak bisa kita hindari.
 Hidup tidaklah berjalan dengan mulus dan penuh dengan kebahagia, adakalanya hidup ini akan meneteskan air mata kesedihan. Hidup yang sesungguhnya adalah sebuah misteri yang tidak kita ketahui apa yang akan terjadi pada kita sedetik kemudia. Sebagai manusia makhluk ciptaan-Nya kita harus berbaik sangka kepada yang punya alam semesta ini. Apa yang telah ditakdirkan, itulah yang terbaik buat kehidupan kita meskipun hal itu adalah kenyataan yang pahit dan tidak kita inginkan dalam kehidupan kita ini.
Proses jatuh bangun dalam kehidupan ini adalah sudah pasti dialami oleh setiap manusia, sekalipun dia adalah orang kaya, terpandang atau apapun. Inilah sebuah fase kehidupan yang kita alami di dunia ini. Semua itu tergantung seseorang menyikapinya, apakah dia akan mengambil hal positif atau negative dari semua yang terjadi ini.
 Banyak hal positif ketika kita sedang jatuh atau sedang diberi coba oleh Allah melalui suatu masalah hidup yang harus kita jalani. Dari situlah Allah akan melihat bagaimana ketika kita sedang manjalani sebuah cobaan dalam hidup kita. Apakah kita selalu ingat dengan Allah atau kita melupakan karena kita merasa bahwa Allah tidak sayang kepada kita.
Melalui sebuah cobaan itulah kita akan mendapat banyak pelajaran tentang hidup. Kita akan diajarkan kesabaran, ketegaran, keikhlasan,tawakal dan hal-hal yang lain yang akan membuat kita menjadi setahap lebih dewasa lagi. Allah juga tidak akan menguji melebihi batas kemampuan kita. InsyaAllah jika kita bisa melewati sebuah cobaaan itu kelak kita akan mendapat kebahagian lain yang Allah berikan kepada kita.
Semua yang terjadi dalam hidup kita pada dasarnya itu sudah diatur oleh ALLAH sebelum kita ada di dunia ini. Dan sebagai makhluk ciptaan-Nya kita harus bisa menerima setiap skenario yang telah dibuat-Nya dengan senyum dan hati yang lapang. Karena hanya Allah lah yang tau apa yang terbaik bagi setiap umat-nya. :)

Kejujuran yang terlambat

Sabtu, 27 agustus 2013 stovia mengadakan bukber di ayam-ayam resto Teras. Beberapa hari sebelumnya “dia” menghubungi agar aku ikut. Sebenernya juga pengen ikut sih, tapi nggak berani pulangnya karena malam. “Dia” terus membujukku agar aku ikut agar ramai kapan lagi stovia ngumpul? Pada akhirnya aku pun luluh juga dan aku pun ikut dengan syarat “dia” mengantarkanku pulang ke rumah apa pun itu.
Tiba juga di hari sabtu itu, aku pun berangkat diantar kakak ipar sampai ketemu temenku cewek. Berangkatnya aku diboncengin sama temenku itu dan pulangnya aku bonceng dia sampai rumah salah satu teman cowok kami. Karena motor “dia” ditinggal di rumah temen cowok kami itu.
Sehabis itu “dia” mnegantarkanku pulang ke rumah. Dari situ lah aku merasakan feel dengan dia lagi. Bagiamana nyamannya aku di samping dia, tapi moment itu hanya sesaat saja.
Dan dari situ juga aku memberanikan diri untuk membuka semua masa laluku dengan ibuku. Karena saat aku sampai di rumah dan masuk ke dalam rumah, ibuku bilang “cerita dong tapi ketemu siapa dan ngapain aja?”. Tapi pada saat itu aku nggak bilang apa-apa dan langsung masuk kamar karena perasaanku rasanya campur-campur.
Keesokan harinya perasaan itu belum juga kembali, masih merasa galau. Dan aku pun menjawab pertanyaan ibuku semalam bahwa aku ketemu “mantanku” dan aku  pun menceritakan semuanya. Aku kira aku bakalan kena marah atau pun ceramah-ceramah dari ibuku tapi responnya nggak seperti yang aku bayangkan. Ibuku justu menanyakan dia rumahnya mana, kuliah apa kerja, dan pekerjaan orang tuanya. Dan ibuku pun ingin lihat fotonya, aku pun mengasih lihat kan foto “dia” dari facebook.

Selama ini aku merasa bersalah atas kebohongan-kebohangan yang telah aku perbuat. Yang dulu jaman SMA nggak diperbolehkan pacaran, aku pacaran diam-diam. Main sama teman-teman sampai Magelang. Dari sini aku mulai jujur dengan ibuku dan menceritakan semuanya, dan senang curhat dengan ibuku. JSabtu, 27 agustus 2013 stovia mengadakan bukber di ayam-ayam resto Teras. Beberapa hari sebelumnya “dia” menghubungi agar aku ikut. Sebenernya juga pengen ikut sih, tapi nggak berani pulangnya karena malam. “Dia” terus membujukku agar aku ikut agar ramai kapan lagi stovia ngumpul? Pada akhirnya aku pun luluh juga dan aku pun ikut dengan syarat “dia” mengantarkanku pulang ke rumah apa pun itu.
Tiba juga di hari sabtu itu, aku pun berangkat diantar kakak ipar sampai ketemu temenku cewek. Berangkatnya aku diboncengin sama temenku itu dan pulangnya aku bonceng dia sampai rumah salah satu teman cowok kami. Karena motor “dia” ditinggal di rumah temen cowok kami itu.
Sehabis itu “dia” mnegantarkanku pulang ke rumah. Dari situ lah aku merasakan feel dengan dia lagi. Bagiamana nyamannya aku di samping dia, tapi moment itu hanya sesaat saja.
Dan dari situ juga aku memberanikan diri untuk membuka semua masa laluku dengan ibuku. Karena saat aku sampai di rumah dan masuk ke dalam rumah, ibuku bilang “cerita dong tapi ketemu siapa dan ngapain aja?”. Tapi pada saat itu aku nggak bilang apa-apa dan langsung masuk kamar karena perasaanku rasanya campur-campur.
Keesokan harinya perasaan itu belum juga kembali, masih merasa galau. Dan aku pun menjawab pertanyaan ibuku semalam bahwa aku ketemu “mantanku” dan aku  pun menceritakan semuanya. Aku kira aku bakalan kena marah atau pun ceramah-ceramah dari ibuku tapi responnya nggak seperti yang aku bayangkan. Ibuku justu menanyakan dia rumahnya mana, kuliah apa kerja, dan pekerjaan orang tuanya. Dan ibuku pun ingin lihat fotonya, aku pun mengasih lihat kan foto “dia” dari facebook.
Selama ini aku merasa bersalah atas kebohongan-kebohangan yang telah aku perbuat. Yang dulu jaman SMA nggak diperbolehkan pacaran, aku pacaran diam-diam. Main sama teman-teman sampai Magelang. Dari sini aku mulai jujur dengan ibuku dan menceritakan semuanya, dan senang curhat dengan ibuku. J